Rabu, 26 November 2014

Skripsi Ekonomi: Analisis Pengaruh Indeks Nyse, Indeks Nikkei 225, Foreign Buy Dan Foreign Sell Terhadap Indeks Sektor Properti Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2006-2010

 BAB I.
PENDAHULUAN.
A. LatarBelakangMasalah.
Skripsi Ekonomi: Analisis Pengaruh Indeks Nyse, Indeks Nikkei 225, Foreign Buy Dan Foreign Sell Terhadap Indeks Sektor Properti Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2006-2010
Menurut  Soros  dalam  Fajar  (2009:1)  krisis subprime  mortgate di Amerika Serikat bermula pada bulan Agustus 2007. Michel G. Crouhyet al. (2008:3)  menambahkan  krisis  kredit  perumahan  atau subprime  mortgage tahun  2007  dimulai  di  Amerika  Serikat.  Penelitian  yang  dilakukan  oleh  Patrick  Bajariet  al. (2013:40)  menjelaskan  krisis subprime mortgageini  disebabkan  longgarnya kebijakan pinjaman atas perumahan dan penurunan  harga rumah di Amerika Serikat.

Menurut John  B.  Taylor  (2009:2)  menambahkan monetary  excesses  were  the  main  cause  of  that  boom  and  the  resulting  bust (2009:2)  juga  menjelaskan  bahwa  kebijakan The  Fedmenurukan  tingkat  suku  bunga  menyebabkan  para  pengembang  dan  perusahaan  leasing  perumahan  berlomba-berlomba  membangun  dan  menjual  rumah  dengan  murah  sampai  pada  akhirnya  terjadi  booming  karena  banyaknya  gagal  bayar.
Dari  tiga  pendapat  para  ahli  tersebut  menunjukkan  bahwa  krisis  subprime  mortgage disebabkan  oleh  kebijakan The  Fedmenurunkan  suku  bunga,  kebijakan  pemerintah  atas  pinjaman  perumahan  yang  longgar,  terdapat  kelebihan  keuangan,  dan  turunnya  harga  perumahan  di  Amerikat  Serikat.
 Indra  (2009:19-20)  menjelaskan, krisis  ini  mengakibatkanbeberapa  bank investasi besar di Amerika Serikat  bangkrut seperti Lehman Brothers  Holding  Inc.,  Metropolitan  Savings  Bank,  Indy  Mac,  ANB  Financial,  dan  lainnya. Bahkan Lehman  Brothers meninggalkan  hutang  hingga  sebesar  US$  613  miliar.Padakamis  tanggal  17  Januari  2008, perdaganganbursa  saham  Amerika  Serikat  dalam  indeks New  York Stock  Exchange(NYSE)  mengalami  penurunan  sebesar  2.8% menjadi8.818.95. (www.tempo.co: 2008).
Sumber: www.finance.yahoo.comdiolah Gambar 1.Grafik Indeks New York Stock Exchange  Tahun 2006-201Dari gambar grafik di atas menunjukkan bahwa pergerakan New York  Stock  Exchange (NYSE)  selama  tahun  2006-2010  mengalami  fluktuasi.
Pada  bulan  1  (Januari  2006)  sampai  bulan  ke  22  (Oktober  2007)  NYSE  mengalami bullishatau  kenaikan  mencapai level  10.311,61.  Namun  pada  bulan  ke  38  (Februari  2008)  NYSE  mengalami bearish atau  penurunan  sebesar  55%.  Hal  ini  merupakan  titik  terendah  pada  periode  itu  yaitu   4.617,03.  Hal  ini  juga  menunjukkan  bahwa  selama  krisis  subprime  mortgageterjadi, indek NYSE mengalami bearish.
Krisissubprime  mortgage ini  juga  merambat  ke  negara-negara  lain  seperti Eropa, Australia, Amerika Utara, dan Asia. (Michel G. Crouhy, et al, 2008:3).  Dalam  studi  ini  selain  mengambil  sampel  dari  bursa  saham  Amerika  Serikat,  studi  ini  juga  mengambil  sampel  bursa  saham  di  Asia  yaitu bursa saham Jepang yangbernama Nikkei 225.
Sumber: www.finance.yahoo.comdiolah Gambar 1.Grafik Indeks Nikkei 225 Tahun 2006-201Indeks  Nikkei  225  selama  tahun  2006-2010  mengalami  resesi,  meskipun pada bulan ke-18 (Juni 2007) mengalami sedikit penguatan pada  level 18.138,36.  Pada  bulan  ke-38  (Februari  2008)  indeks  Nikkei  225  mencapai  titik  terendah  dalam  periode tersebut  hingga level 7.568,42.  Hal  ini  menunjukkan  bahwa  indeks  Nikkei  225  mengalami  penurunan  sebesar   58,3%.  Grafik  di  atas  menunjukkan  selama  krisis  indeks  Nikkei  225  mengalami penekanan.
Krisis subprime mortgageikut merambat ke negara Indonesia. Banyak  investor asing yang menarik dananya ke negara asal mereka sehingga hal ini  mempengaruhi  perekonomian  di  Indonesia.  Salah  satu  indikator  yang  terlihat  adalah  pada  nilai  tukar  rupiah  terhadap  dollar.  Rupiah  tidak  kuat  menghadapi  tekanan  yang  begitu  kuat.  Berikut  grafik  nilai  tukar  rupiah  terhadap dollar.
Sumber: www.bi.go.id Gambar 1.Grafik NilaiTukar Rupiah Terhadap Dollar AmerikaSerikat Dari grafik nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat terlihat  bahwa  nilai  kurs  rupiah  dari  awal  Januari  2006  hingga  pertengahan  tahun  2008  mengalami  kestabilan.  Namun  pada  akhir  tahun  2008  rupiah   mengalami  tekanan  hingga mencapai  Rp.  12.338,00.  Hal ini  menunjukkan nilai kurs  rupiah  turun sebesar 25,07  % dari awal  tahun 2008 dengan nilai  kurs  Rp.  9.245,00.  Kemudian  mulai  menguat  kembali  pada  bulan  April  2009.
Selain  menekan  nilai  tukar  rupiah  terhadap  dollar  Amerika  Serikat,  krisis subprime  mortgageini  juga  menekan bursa  saham  Indonesia.  Bursa  Saham di Indonesia bernama Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). IHSG  merupakan  indeks  dari  keseluruhan  harga  saham  yang  ada  di  Bursa  Efek  Indonesia  (BEI).  Bursa  Efek  Indonesia  (BEI)  merupakan  gabungan  dari  Bursa  Efek  Jakarta  dan  Bursa  Efek  Surabaya).  Bursa  Efek  Indonesia  dibentuk  pada  tahun  2007.  Berikut  grafik  IHSG  dari  tahun  2006  hingga  2010.
Sumber: www.finance.yahoo.comdiolah Gambar 1.Grafik Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Tahun 2006-201Bursa  saham  Indonesia  ataudikenal  dengan  Indeks  Harga  Saham  Gabungan  (IHSG)  pada  awal  2006  hingga  Desember  2007  (bulan  ke-24)   mengalami  penguatan  mencapai level 2.745,83.  Namun  kemudian  IHSG  melemah  hingga  pada level 1.241,54  pada  November  2008  (bulan  ke-35).
Hal ini menunjukkan indeks IHSG mengalami penurunan 55%. Setelah itu  IHSG  terus  mengalami  penguatan  hingga  pada  akhir  2010  dengan level 3.703,51.
Berdasarkan  penyebab  dari  krisis  subprime  mortgage yang  diantaranya  disebabkan  oleh  kebijakan  The  Fed  menurunkan  suku  bunga,  kebijakan pemerintah atas pinjaman perumahan yang longgarserta turunnya  harga  perumahan  di  Amerika  Serikat,  peneliti  ingin  mengetahui  apakah  krisis tersebut berdampak pada sektor properti yang  ada di Indonesiayang  digambarkan oleh indeks sektor properti.
Pergerakan  Indeks  Sektor  Properti  di  Bursa  Efek  Indonesia  selama  tahun 2006 hingga 2010 sebagai berikut.
Sumber: www.duniainvestasi.com Gambar 1.Grafik Indeks Sektor Properti Tahun 2006-201 Indeks Sektor Properti dalam bursa efek Indonesiapada grafik di atas  terlihat fluktuatif. Pada awal tahun 2006 pergerakan Indeks Sektor Properti mengalami bullish hingga level 248.  Namun  bulan  Februari  tahun200indeks  mengalami  tekanan  sehingga  mengalami  penurunan  sebesar  61%  pada level 97. Pada  awal  tahun 2009  indeks  sektor  properti  terlihat  mulai  menguat dan terus menguat hingga tahun 2010.
Selanjutnya beberapa penelitian dari para ahli yang meneliti mengenai  bursa saham dan aksi jual-beli asing. Menurut Otavio R. de Medeiros, et al.
(2009:20)NYSE mempunyai pengaruh kuat terhadap bursa saham di Brasil  yang digambarkan oleh indeks Bovespa. Mereka menjelaskan bahwa adanya  pengaruh lag atau  kelambanan  terhadap  pergerakan  indeks  dari  Bovespa.
Metode  yang  mereka  gunakan  untuk  menguji  NYSE  dengan  Bovespa  menggunakan  antara  lain  uji  kausalitas Granger,  model  VECM,  model  simultan TSLS dan model GARCH.
Menurut Jodylyn Quijano-Arsenio, et al.(2009:69) indeks NYSE dan  Philipphines  Stock  Exchange(PSE)  yang  dimana  juga  menggunakan  uji  kausalitas Grangermenemukan adapersamaan  dan  mempunyai  pengaruh.
Menurut mereka harga NYSE membentuk harga dalam PSE.
Menurut Fajar  Budhi  Darmawan  (2009:71-72)  bahwa  indeks  Nikkei  225 yang merupakan bursa saham milik Jepang berpengaruh terhadap bursa  saham di Indonesia yaitu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Selain itu  Fajar juga meneliti bahwa FTSE dan Dow Jones berpengaruh juga terhadap  IHSG  sementara Hang  Seng  Stock  Index(HSI)  tidak  berpengaruh.  Fajar  meneliti menggunakan uji kausalitas Grangerdan uji Chow-Break Point.
Menurut  Moh.  Mansur (2005:203) menemukan  bahwa  indeks  Dow  Jones, TAIEX, HSI, KOSPI, FTSE, ASX, Nikkei 225 secara bersama-sama  mempunyai pengaruh terhadap Indeks Harga Saham Gabungan Bursa Efek  Jakarta (IHSG BEJ). Namun jika di uji individu yang berpengaruh terhadap  IHSG BEJ adalah indeks KOSPI, ASX, TAIEX, Nikkei 225.
Menurut Ludovicus  Sensi  Wondabio  (2006:1)  yang  meneliti  hubungan dari Bursa efek Jakarta (JSX) dan bursa saham  London (FTSE),   bursa saham Tokyo (Nikkei) dan bursa saham Singapura (SSI), menjelaskan  bahwa Nikkei dan FTSE berpengaruh secara signifikan terhadap BEJ namun  BEJ  tidak  berpengaruh  terhadap  Nikkei  dan  FTSE.  Hal  ini  menunjukkan  perekenomian  negara  berkembang  dipengaruhi  oleh  perekonomian  negara  maju. Nikkei dan FTSE mempunyai hubungan yang negatifterhadap BEJ.
Menurut Ardian Agung Witjaksono (2010:7) yang meneliti mengenai  pengaruh tingkat sukubunga SBI, hargaminyak dunia,harga emasdunia,  kurs rupiah, indeks nikkei  225,  dan  indeks dow jones  terhadap IHSG, menemukan  bahwa  variabel  harga  indeks nikkei  225  berpengaruh  positif  terhadap IHSG. Selain  itu variabel  indeks dow jones,  harga minyak  dunia,  harga  emas  juga  berpengaruh  terhadap  IHSG.  Namun  tingkat  suku  bunga  SBI dan kurs rupiah berpengaruh negatif terhadap IHSG.
Dalam kaitannya mengenai aksijual-beli asing terhadap harga saham  Hyuk  Choe, et  al. (1998:21)  menemukan  bahwa  tidak  ada  bukti  bahwa  investor saham asing membuat destabilisasi atau ketidakstabilan ekonomi di  Korea.  Padahal  selama  krisis  Korea  banyak  investor  saham  asing  yang  terlibat transaksi perdagangan dan secara bersamaan.Menurut Budi Frensidy  (2009:1)  aksi  jual-beli  asing  mempunyai  pengaruh  yang  positif  terhadap  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Selain itu Budi juga meneliti nilai  kurs  dan  indeks  Hang  Seng  terhadap  Indeks  Harga Saham  Gabungan  (IHSG).
Dari berbagai banyak pendapat yang disampaikan oleh beberapa para  ahli  ada  sebagian  yang  mengalami  perbedaan  pendapat  dan  menjadi  perdebatan. Oleh karena itu, perlu diteliti lebih lanjut permasalahan terhadap  harga-harga  saham  perusahaan  sektor  properti.  Berdasarkan  uraian  di  atas  dan  beberapa  literatur,  judul  penelitian  ini  adalah  Indeks  NYSE,  Indeks  Nikkei 225, Foreign  Buydan Foreign  Sell terhadap Indeks  Sektor  Properti di  Bursa  Efek  Indonesia  Tahun  Periode 2006-201 1.
B. RumusanMasalah.
Dari  latar  belakang  yang  telah  dijelaskan  diatas  dapat  diambil  rumusan masalah sebagai berikut:.
1. Bagaimanapengaruhindeks NYSE terhadap indeks sektor propertidi  Bursa  Efek  Indonesia  selama  krisis subprime  mortgage Amerika  Serikat?.
2. Bagaimana pengaruh indeks  Nikkei 225 terhadap indeks  sektor propertidi  Bursa  Efek  Indonesia selama  krisis subprime  mortgage Amerika Serikat?.
3. Bagaimanapengaruhforeign  buy dan foreign  sell  terhadap indeks  sektor propertidi  Bursa  Efek  Indonesia  selama  krisis  subprime  mortgageAmerika Serikat?.
C. TujuanPenelitian.
Dari rumusan masalah tersebut maka tujuan penelitian ini adalah:.
1. Menganalisispengaruhindeks  NYSE terhadap sektorpropertidi  Bursa  Efek Indonesia selama krisis subprime mortgageAmerika Serikat.
2. Menganalisis pengaruhindeks  Nikkei 225terhadap sektor propertidi  Bursa  Efek  Indonesia properti  selama  krisis  subprime  mortgage Amerika Serikat.
3. Menganalisispengaruh foreign  buy dan foreign  sell terhadap indeks sektorpropertidi Bursa Efek Indonesia selamakrisis subprime mortgage Amerika Serikat.
 D. ManfaatPenelitian.
Dari penelitian ini manfaat yang diharapkan oleh peneliti adalah:.
1. Bagi Investor, hasilstudiinidiharapkandapatmenjadi bahan masukan  atau  pertimbangan  dalam  keputusan  berinvestasi  sehingga  dapat  bermanfaat bagi investor.
2. Bagi akademisi hasil studi ini diharapkan  dapat dijadikan pembelajaran  dan  juga  dijadikan  salah  satu  referensi  dalam  meneliti  mengenai bursa efek Indonesia.
3. Bagiparapembuatkebijakan,  hasil penelitianini diharapkandapat menjadi bahan  pertimbangan  dalam  menentukan  kebijakan  dalam  sektor keuangan.
4. Bagi peneliti,  penelitian ini dapat menambah  wawasan  serta  mengetahui pengaruh krisis subprime mortgageterhadap bursa saham  di Indonesia.

 Skripsi Ekonomi: Analisis Pengaruh Indeks Nyse, Indeks Nikkei 225, Foreign Buy Dan Foreign Sell Terhadap Indeks Sektor Properti Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2006-2010

Download lengkap Versi PDF

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

pesan skripsi